logo-raywhite-offcanvas

11 Feb 2026 NEWS 8 min read

Hal-Sepele di Rumah yang Diam-Diam Mengundang Banyak Serangga: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Kehadiran serangga di dalam rumah sebenarnya bukan hal yang aneh, tetapi ketika jumlahnya semakin banyak dan mulai mengganggu kenyamanan, biasanya ada penyebab lain yang jarang ...

Kehadiran serangga di dalam rumah sebenarnya bukan hal yang aneh, tetapi ketika jumlahnya semakin banyak dan mulai mengganggu kenyamanan, biasanya ada penyebab lain yang jarang disadari. Menariknya, sebagian besar pemicu utama munculnya serangga justru berasal dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele: setumpuk pakaian kotor, remah makanan yang tertinggal, genangan air kecil di sudut dapur, atau bahkan sekadar cahaya lampu yang tidak pernah dimatikan di teras. 

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hal-hal kecil ini dapat menciptakan lingkungan ideal bagi serangga untuk berkembang biak, mulai dari semut, nyamuk, lalat, kecoa, hingga kutu kecil yang sering tidak terlihat dengan mata telanjang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam berbagai hal sepele di rumah yang diam-diam menjadi magnet bagi serangga, lengkap dengan alasan ilmiah di baliknya serta langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. 

Remah Makanan dan Sisa Masakan yang Tidak Dibersihkan

Salah satu penyebab paling umum yang mengundang kedatangan serangga adalah remah makanan. Sekecil apapun ukurannya, sisa makanan tetaplah sumber energi yang sempurna bagi berbagai serangga, terutama semut, kecoa, dan lalat. 

Banyak orang sering menganggap remah kecil di meja makan atau butiran nasi yang jatuh di lantai adalah hal sepele yang bisa dibersihkan nanti, tetapi serangga tidak pernah berpikir demikian. Mereka memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam dan bisa mendeteksi makanan dari jarak jauh, sehingga sedikit saja kelalaian sudah cukup untuk mendatangkan pasukan serangga ke dalam rumah.

Selain itu, sisa masakan yang menempel pada kompor, minyak yang prengus di dekat kitchen set, serta piring kotor yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi sumber bau yang mengundang. Semakin lama dibiarkan, semakin kuat daya tariknya bagi serangga. 

Serangga seperti kecoa tidak hanya mencari makanan, tetapi juga tertarik dengan aroma lemak dan minyak yang menjadi sumber nutrisi bagi mereka. Maka dari itu, membiasakan diri mengelap meja makan setelah digunakan, menyapu lantai sehabis memasak, dan mencuci piring segera setelah makan sangat penting untuk mencegah koloni serangga berkembang biak.

Tumpukan Pakaian Kotor di Kamar atau Kamar Mandi

Kebiasaan menumpuk pakaian kotor sering kali dianggap sebagai hal biasa, terutama ketika aktivitas sedang padat. Padahal, tumpukan pakaian lembab dan berkeringat menjadi lokasi favorit bagi berbagai serangga kecil seperti lalat kecil, tungau, dan bahkan kecoa. 

Serangga sangat tertarik pada aroma keringat, kelembaban, dan sisa protein yang menempel pada pakaian, sehingga tumpukan tersebut menjadi tempat ideal untuk berkembang biak. Dalam beberapa kasus, lalat bisa meninggalkan telur di pakaian lembab, yang kemudian menetas menjadi larva.

Selain itu, pakaian yang dibiarkan terlalu lama di keranjang tanpa sirkulasi udara dapat menciptakan lingkungan lembab yang menguntungkan perkembangan jamur dan bakteri. Jamur inilah yang kemudian menarik serangga tambahan seperti kutu jamur atau serangga kecil lainnya. Kebiasaan sederhana seperti mencuci pakaian secara teratur, tidak menumpuk terlalu banyak, dan memastikan keranjang pakaian memiliki ventilasi dapat membantu mencegah masalah ini.

Genangan Air di Sudut Rumah, Dapur, atau Kamar Mandi

Genangan air kecil baik dari bocoran pipa, air pendingin AC, atau lantai kamar mandi yang tidak kering sering dianggap tidak berbahaya. Namun, bagi nyamuk, tempat-tempat ini adalah lokasi ideal untuk bertelur. 

Nyamuk hanya membutuhkan genangan air setinggi beberapa milimeter untuk berkembang biak. Dalam waktu 7–10 hari, telur nyamuk bisa berubah menjadi nyamuk dewasa. Inilah sebabnya, rumah yang memiliki banyak titik air tergenang biasanya lebih rentan mengalami serangan nyamuk.

Selain nyamuk, serangga lain seperti kutu air dan kecoa juga suka muncul di area lembab. kecoa, misalnya, tertarik pada suasana gelap dan lembab karena kondisi tersebut membantu mereka mempertahankan kelembaban tubuh. Jika rumah Anda memiliki kamar mandi tanpa ventilasi yang baik atau terdapat rembesan air di bawah sink, kemungkinan besar serangga akan datang dari area tersebut.

Sampah yang Tidak Rutin Dibuang

Kebiasaan menunda membuang sampah adalah salah satu penyebab utama rumah dipenuhi serangga terutama lalat, kecoa, dan semut. Sampah dapur berisi sisa makanan, kulit buah, sayuran busuk, plastik bekas minyak, hingga serpihan kemasan makanan yang masih meninggalkan aroma. Lalat bisa mencium bau sampah dari jarak yang cukup jauh dan akan segera datang untuk bertelur. kecoa pun demikian; tumpukan sampah adalah surga makanan yang tidak pernah habis bagi mereka.

Selain sampah dapur, sampah kamar mandi seperti tisu bekas, kapas, dan pembalut yang tidak segera dibuang juga dapat menarik serangga, terutama kecoa besar. Bahkan sampah kering seperti kardus atau kertas yang menumpuk terlalu lama pun bisa menarik rayap jika kondisi ruangan lembab.

Oleh karena itu, membuang sampah setiap hari, membersihkan tong sampah secara berkala, serta memastikan penutup sampah rapat adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan rumah dan mencegah serangan serangga.

Kebiasaan Membiarkan Pintu atau Jendela Terbuka Terlalu Lama

Banyak orang senang membuka pintu dan jendela lebar-lebar untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Sayangnya, kebiasaan ini juga memungkinkan serangga masuk dengan bebas, terutama pada sore dan malam hari ketika cahaya lampu sangat menarik perhatian serangga, khususnya laron, nyamuk, dan serangga kecil yang tertarik pada cahaya.

Jika rumah berada di dekat area hijau, persawahan, atau banyak tanaman, risiko masuknya serangga semakin tinggi. Tanpa disadari, pintu terbuka lama bisa menjadi jalur masuk utama bagi semut besar, kecoa terbang, hingga cicak yang datang mencari makan. Menggunakan kasa jendela atau insect screen adalah solusi sederhana namun efektif untuk menjaga udara tetap segar tanpa mengundang tamu tak diundang.

Tumpukan Kardus, Buku, atau Barang Lama yang Menjadi Sarang Rayap

Rayap adalah salah satu serangga paling merugikan, dan keberadaan mereka sering kali tidak disadari hingga kerusakan sudah parah. Banyak rumah menyimpan kardus, dokumen lama, atau barang berbahan kertas di gudang, kolong tempat tidur, atau lemari. Jika tempat tersebut lembab dan jarang dibuka, ini menjadi lokasi ideal bagi rayap untuk berkembang biak.

Rayap sangat menyukai tempat gelap, lembab, dan kaya selulosa. Kardus, kertas, kayu, atau bahkan kain katun bisa menjadi makanan bagi mereka. Tidak hanya itu, tumpukan barang yang tidak pernah dipindahkan juga bisa menarik kecoa karena area tersebut jarang tersentuh dan aman untuk berkembang biak. Untuk mencegahnya, simpan dokumen penting dalam box plastik, pastikan gudang memiliki ventilasi baik, dan rutin memeriksa area yang berpotensi menjadi sarang rayap.

Sisa Air Minuman, Piring Kotor, dan Gelas Basah di Meja

Penyebab kecil lainnya adalah gelas bekas minuman manis yang dibiarkan di atas meja atau piring kotor yang belum dicuci setelah makan. Cairan manis seperti sisa kopi, jus, atau teh gula dapat mengundang semut dalam hitungan menit. Lalat dan kecoa pun bisa tertarik pada aroma fermentasi yang muncul dari sisa minuman tersebut.

Bahkan minuman tanpa gula sekalipun, seperti air putih, jika tersisa dalam jumlah banyak dapat menjadi tempat serangga kecil bermain air atau bahkan tempat nyamuk bertelur jika berada dekat jendela. Maka dari itu, membiasakan diri untuk mencuci gelas dan piring langsung setelah digunakan akan membantu menjaga rumah tetap bebas serangga.

Tanaman Hias dalam Rumah yang Jarang Dirawat

Tanaman hias memang memberikan kesan segar pada rumah, tetapi tanaman yang jarang dirawat dapat menjadi rumah baru bagi berbagai serangga kecil seperti kutu tanaman, semut, nyamuk, hingga jamur. Tanah yang terlalu lembab adalah tempat sempurna bagi nyamuk kecil untuk bertelur, sementara daun yang membusuk dapat menarik serangga pemakan bangkai tanaman.

Selain itu, pot bunga sering memiliki piring penampung air di bawahnya. Jika air tidak pernah dibuang, genangan ini bisa menjadi sarang jentik nyamuk. Lalu, keberadaan tanaman yang terlalu rapat juga bisa menjadi tempat persembunyian bagi kecoa kecil atau semut yang membuat koloni baru.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman tetap dapat memperindah ruangan tanpa menjadi sumber masalah. Pastikan penyiraman tidak berlebihan, buang air sisa di bawah pot, dan bersihkan daun kering secara berkala.

Kebersihan Hewan Peliharaan yang Kurang Terjaga

Rumah dengan hewan peliharaan memiliki tantangan tambahan dalam menjaga kebersihan. Bulu hewan yang rontok, sisa makanan hewan, atau kandang yang jarang dibersihkan dapat menjadi magnet bagi lalat, kutu, dan serangga lainnya. Kutu hewan peliharaan bahkan bisa berkembang biak dengan cepat dan menempel pada karpet atau sofa, sehingga menyebar ke seluruh ruangan.

Jika tempat makan hewan tidak dibersihkan setelah mereka makan, aroma makanan bisa menarik semut atau kecoa. Bahkan, air minum hewan peliharaan yang jarang diganti dapat mengundang nyamuk kecil. Oleh karena itu, menjaga kebersihan hewan peliharaan tidak hanya penting untuk kesehatan hewan itu sendiri, tetapi juga untuk keindahan dan kenyamanan rumah.

Kebiasaan Tidak Membuang Rambut Rontok di Kamar Mandi

Rambut rontok sering dianggap hal sepele, tetapi jika dibiarkan menumpuk di lantai kamar mandi atau saluran air, rambut justru menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan jamur. Di dalam kondisi lembab, rambut dapat membusuk dan menarik serangga kecil seperti kutu air atau serangga lembab lainnya.

Saluran air yang tersumbat rambut juga membuat air menggenang lebih lama, dan seperti yang sudah dibahas sebelumnya, genangan air adalah tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak. Oleh karena itu, membersihkan rambut rontok setiap selesai mandi adalah kebiasaan kecil yang bisa berdampak besar pada kebersihan rumah.

Kehadiran serangga di rumah sebenarnya tidak muncul begitu saja. Ada banyak kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar tetapi ternyata memberikan ruang bagi serangga untuk tumbuh dan berkembang. Mulai dari remah makanan, genangan air, hingga tumpukan pakaian kotor semuanya bisa menjadi pemicu utama munculnya berbagai serangga pengganggu.

Hal yang paling penting adalah membangun kebiasaan menjaga kebersihan rumah secara konsisten. Tidak perlu melakukan pembersihan menyeluruh setiap hari, tetapi memastikan hal-hal kecil tetap terjaga ternyata menjadi kunci paling efektif dalam mencegah serangga masuk. Dengan perubahan sederhana dalam rutinitas sehari-hari, rumah dapat menjadi tempat yang lebih nyaman, sehat, dan tentunya bebas dari gangguan serangga.

Jika Anda sedang mencari hunian yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa dapatkan di Ray White Senayan. Ray White (Indonesia) hadir untuk Anda dan siap memenuhi berbagai kebutuhan Anda terkait layanan jual/beli, sewa, pengelolaan properti, dan proyek pengembangan properti di kawasan sekitar Senayan. Silahkan kunjungi website Ray White Senayan dihttps://senayan.raywhite.co.id atau hubungi Ray White Senayan di (62-21) 270 90 888 atau senayan@raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!.

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)