logo-raywhite-offcanvas

15 Jan 2026 NEWS 7 min read

Ini Dia 10 Tanda-Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi Sebelum Terlambat

Memiliki rumah yang nyaman adalah impian setiap orang. Namun, seiring waktu, kondisi bangunan tak bisa dipungkiri akan mengalami penurunan. Banyak orang sering kali menunda renovasi ...

Memiliki rumah yang nyaman adalah impian setiap orang. Namun, seiring waktu, kondisi bangunan tak bisa dipungkiri akan mengalami penurunan. Banyak orang sering kali menunda renovasi karena alasan biaya atau merasa rumah mereka masih “lumayan”. 

Padahal, ada beberapa tanda penting yang sebaiknya tidak diabaikan. Jika dibiarkan terus-menerus, kerusakan kecil bisa berubah menjadi masalah besar yang bukan hanya menghabiskan uang, tetapi juga membahayakan penghuni rumah.

Agar tidak terlambat mengambil tindakan, berikut pembahasan lengkap tentang tanda-tanda bahwa rumah Anda sudah saatnya direnovasi. Bahasa ringan, penjelasan lengkap seperti membaca artikel dari media properti favorit Anda.

10 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi

Sebelum semakin parah, ada baiknya Anda memperhatikan 10 tanda-tanda dalam rumah Anda yang harus segera Anda renovasi, berikut tanda-tandanya!

1. Dinding Mulai Retak, Baik di Dalam Maupun di Luar Rumah

Retakan pada dinding adalah alarm pertama bahwa struktur rumah mulai bermasalah. Retakan kecil berbentuk rambut mungkin masih dianggap wajar karena pengaruh cuaca atau pergerakan tanah. Namun, jika retakan mulai melebar, memanjang secara diagonal, atau terlihat di sudut jendela dan pintu, ini bisa menunjukkan adanya pergeseran struktur pondasi.

Retakan jenis ini jangan dianggap sepele. Retakan besar bisa menyebabkan air hujan masuk ke dalam dinding, memicu jamur, hingga membuat tembok keropos. Selain mengurangi keindahan rumah, kondisi ini juga berpotensi membahayakan. Jika dinding sudah terlihat banyak retak, maka itulah waktu terbaik untuk melakukan renovasi, minimal dengan memperbaiki struktur dan melakukan plester ulang.

2. Atap Bocor dan Plafon Menguning Saat Musim Hujan

Musim hujan adalah momen jujur bagi kondisi rumah. Jika tiba-tiba muncul tetesan air dari langit-langit atau plafon berubah warna menjadi coklat kekuningan, itu tandanya air sudah merembes dari atap. Banyak pemilik rumah yang hanya menambal bagian yang bocor tanpa memperbaiki penyebab utamanya. Padahal, kebocoran biasanya terjadi karena genteng bergeser, rangka kayu lapuk, atau lapisan waterproofing yang sudah rusak.

Jika dibiarkan, plafon bisa ambruk dan merusak perabot di bawahnya. Renovasi atap sebaiknya dilakukan secara menyeluruh — bukan hanya menambal — terutama jika usia bangunan sudah lebih dari 10 tahun. Atap yang sehat adalah perlindungan utama bagi seluruh rumah.

3. Lantai Mulai Terasa Miring atau Berbunyi Saat Dipijak

Pernah merasa berjalan di rumah seperti sedang berada di kapal yang oleng? Jika lantai mulai terasa miring atau tidak rata, ini bisa menjadi tanda bahwa pondasi rumah mengalami pergeseran atau pelapukan. Selain itu, lantai keramik yang mulai terangkat atau mengeluarkan bunyi “kletek-kletek” saat diinjak juga menandakan adanya rongga di bawahnya akibat semen yang mengering atau struktur lantai yang ambles.

Walaupun terlihat sepele, masalah lantai bisa berkembang menjadi hal serius. Jika dibiarkan, Anda bisa tersandung, perabot tidak bisa diletakkan rata, dan tentu saja estetika rumah berkurang. Pada kondisi ini, renovasi bagian lantai dan pengecekan struktur pondasi sangat dianjurkan.

4. Kayu di Pintu, Jendela, atau Rangka Rumah Mulai Lapuk

Jika rumah Anda menggunakan banyak elemen kayu, seperti kusen pintu, jendela, atau rangka atap, waspadalah ketika kayu mulai berubah warna, berjamur, atau rapuh saat ditekan. Lapuknya kayu bukan hanya mengganggu tampilan, tetapi juga bisa mengundang rayap dan merusak bagian lainnya.

Periksa secara berkala area bawah kusen atau sudut jendela yang sering terkena air hujan. Jika sudah banyak yang lapuk, sebaiknya lakukan renovasi dengan menggantinya ke material yang lebih tahan lama seperti aluminium atau UPVC. Renovasi bukan hanya soal estetika, tetapi juga perlindungan jangka panjang.

5. Instalasi Listrik Sering Konslet dan Lampu Sering Redup

Setiap penghuni rumah pasti pernah mengalami listrik tiba-tiba mati padahal tidak sedang overload. Jika korsleting sering terjadi atau lampu redup ketika beberapa peralatan menyala sekaligus, ini menandakan instalasi listrik Anda sudah tidak optimal. Kabel yang sudah tua bisa membahayakan karena berpotensi menyebabkan kebakaran.

Renovasi instalasi listrik sebaiknya dilakukan oleh teknisi profesional. Jangan menunda karena listrik adalah kebutuhan utama sekaligus sumber risiko tinggi. Dengan instalasi baru, selain lebih aman, Anda juga bisa menyesuaikan titik listrik dengan kebutuhan modern seperti stop kontak tambahan, lampu hemat energi, hingga sistem smart home.

6. Cat Dinding Mengelupas dan Muncul Jamur atau Lumut

Dinding yang mengelupas tidak hanya terlihat kotor, tetapi juga menjadi tanda adanya kelembaban berlebih. Biasanya terjadi pada area dekat kamar mandi, dapur, atau dinding yang langsung terpapar hujan. Jika dibiarkan, jamur dan lumut bisa berkembang hingga menyebabkan bau apek dan mengganggu pernapasan.

Renovasi pada kondisi ini tidak cukup hanya dengan mengecat ulang. Anda perlu memperbaiki sumber kelembaban, menambahkan waterproofing, lalu mengecat ulang dengan cat antibakteri. Perawatan seperti ini membuat rumah tetap sehat dan nyaman untuk jangka panjang.

7. Kamar Mandi Licin dan Keramik Mulai Terlepas

Kamar mandi adalah area yang paling cepat aus karena sering terkena air dan sabun. Ketika keramik mulai terasa licin, nat berjamur, atau ubin terlepas, ini bukan hanya masalah estetika tetapi juga keselamatan. Banyak orang jatuh di kamar mandi karena lantai yang sudah tidak lagi memiliki daya cengkeram.

Jika kondisi kamar mandi sudah seperti itu, pertimbangkan untuk melakukan renovasi menyeluruh mulai dari mengganti keramik dengan material anti slip, memperbaiki drainase, hingga mengganti peralatan saniter yang sudah usang. Kamar mandi yang bersih dan aman adalah investasi kenyamanan jangka panjang.

8. Sirkulasi Udara Buruk, Rumah Terasa Pengap dan Lembab

Rumah yang baik adalah rumah yang “bernapas”. Jika udara dalam rumah terasa pengap, lembab, dan bau tidak sedap, ini menandakan sistem sirkulasi udara tidak bekerja dengan baik. Penyebabnya bisa karena jendela terlalu kecil, ventilasi kurang, atau adanya perabot yang menutup aliran udara.

Solusinya? Renovasi tata ruang. Membuka jendela tambahan, menambah ventilasi silang, atau mengatur ulang layout ruangan bisa membuat rumah terasa jauh lebih segar. Bahkan perubahan kecil bisa memberikan dampak besar untuk kenyamanan.

9. Tampilan Rumah Sudah Terlihat “Ketinggalan Zaman”

Walaupun tidak darurat secara teknis, penampilan rumah yang sudah terlihat usang bisa mengurangi nilai estetika bahkan nilai jual jika Anda berencana menjual atau menyewakannya. Model kusen lama, warna cat yang kuning pudar, pagar karatan semua itu membuat rumah terlihat kurang menarik.

Renovasi ringan seperti mengecat ulang, mengganti lampu eksterior, atau memasang dekorasi minimalis bisa membuat rumah tampil lebih modern. Tidak perlu langsung merombak besar-besaran, cukup lakukan facelift sederhana untuk memberikan kesan fresh.

10. Penghuni Rumah Mulai Tidak Nyaman Tinggal di Dalamnya

Tanda paling jelas bahwa rumah butuh renovasi adalah ketika penghuni mulai merasa tidak betah. Mungkin karena suhu terlalu panas, suara berisik dari luar masuk, atau tata ruang terlalu sempit. Rumah adalah tempat istirahat, bukan sumber stres. Jika kenyamanan psikologis sudah terganggu, maka inilah saatnya mempertimbangkan renovasi.

Renovasi bukan hanya soal memperbaiki yang rusak, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Ubah tata ruang sesuai kebutuhan baru mungkin membuat ruang kerja, menambah jendela lebih besar, atau memperluas dapur agar lebih fungsional.

Banyak orang menunda renovasi karena dianggap mahal atau merepotkan. Padahal, renovasi ringan yang dilakukan lebih awal justru lebih hemat dibanding menunggu kerusakan meluas. Rumah adalah aset sekaligus tempat kita berlindung setiap hari. Merawatnya berarti melindungi keluarga dan menjaga nilai properti.

Jika Anda menemukan satu atau lebih dari tanda-tanda di atas, mungkin sudah waktunya mengambil langkah. Tak perlu langsung renovasi besar-besaran. Mulailah dari bagian paling penting atap, dinding, atau instalasi listrik. Dengan perencanaan matang, renovasi bisa dilakukan bertahap dan tetap ramah di kantong. Karena rumah yang nyaman bukan hanya enak dilihat tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang setiap kita pulang.

Jika Anda sedang mencari hunian yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa dapatkan di Ray White Senayan. Ray White (Indonesia) hadir untuk Anda dan siap memenuhi berbagai kebutuhan Anda terkait layanan jual/beli, sewa, pengelolaan properti, dan proyek pengembangan properti di kawasan sekitar Senayan. Silahkan kunjungi website Ray White Senayan dihttps://senayan.raywhite.co.id atau hubungi Ray White Senayan di (62-21) 270 90 888 atau senayan@raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!.

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)