Mengganti atau melepas wallpaper memang bisa memberikan suasana baru di dalam ruangan. Namun, setelah wallpaper dilepas, sering kali muncul masalah baru: sisa lem yang menempel di tembok dan sulit dibersihkan. Permukaan dinding yang tadinya halus bisa menjadi lengket, kotor, bahkan terlihat kusam. Jika salah dalam membersihkan, cat tembok bisa mengelupas dan membuat tampilan dinding menjadi tidak rapi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana cara menghilangkan lem di tembok bekas wallpaper tanpa merusak permukaannya, dengan langkah-langkah yang mudah dilakukan di rumah.
Mengapa Lem Wallpaper Sulit Dihilangkan?
Sebelum masuk ke cara membersihkannya, penting untuk memahami kenapa lem wallpaper seringkali menempel kuat di tembok. Jenis lem wallpaper biasanya dibuat dengan bahan yang kuat agar wallpaper bisa bertahan lama dan tidak mudah terlepas meskipun terkena kelembaban udara. Lem ini bisa berbahan dasar air, akrilik, atau bahkan resin sintetis yang memiliki daya rekat tinggi. Karena itu, saat wallpaper dilepaskan, sebagian lapisan lem masih menempel pada permukaan tembok.
Selain itu, proses pemasangan wallpaper yang dilakukan bertahun-tahun lalu juga bisa membuat lem semakin menyatu dengan cat dinding. Apalagi jika dinding tidak dilapisi primer atau pelapis sebelum wallpaper dipasang. Akibatnya, ketika wallpaper dilepaskan, lemnya tidak hanya tertinggal, tapi juga ikut menempel pada lapisan cat. Inilah alasan utama kenapa membersihkan lem wallpaper harus dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan metode yang tepat.
Persiapan Sebelum Membersihkan Lem
Sebelum mulai membersihkan sisa lem wallpaper, ada beberapa langkah persiapan yang sebaiknya dilakukan agar prosesnya lebih mudah dan hasilnya maksimal. Pertama, siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti air hangat, spons lembut, semprotan air, sabun cair, spatula plastik, kain lap kering, serta cairan pembersih khusus jika diperlukan. Pastikan juga ruangan memiliki ventilasi yang baik agar udara tetap segar, terutama jika Anda menggunakan bahan kimia.
Langkah kedua adalah melindungi area sekitar. Tutupi lantai dengan koran, plastik, atau kain bekas agar tetesan air dan lem yang jatuh tidak mengotori lantai. Bila perlu, lepaskan juga hiasan dinding atau stop kontak di area yang akan dibersihkan agar lebih leluasa bekerja. Persiapan yang matang akan membantu menghindari kerusakan pada area lain di sekitar tembok dan membuat proses pembersihan lebih efisien.
Gunakan Air Hangat untuk Melunakkan Lem
Salah satu cara paling sederhana dan aman untuk menghilangkan lem di tembok adalah dengan menggunakan air hangat. Air hangat berfungsi untuk melunakkan sisa lem yang sudah mengering sehingga lebih mudah diangkat. Caranya, isi botol semprotan dengan air hangat, lalu semprotkan secara merata ke bagian dinding yang masih memiliki sisa lem. Diamkan selama 10–15 menit agar air meresap dan melembutkan lapisan lem.
Setelah itu, gunakan spons lembut untuk menggosok perlahan area tersebut. Hindari menggosok terlalu keras karena bisa merusak lapisan cat atau membuat permukaan tembok menjadi tidak rata. Jika sisa lem masih terasa tebal, ulangi proses ini beberapa kali hingga lem benar-benar terangkat. Cara ini sangat efektif untuk lem berbahan dasar air dan tidak akan merusak cat, asalkan dilakukan dengan lembut.
Campurkan Cuka dan Air
Selain air hangat, campuran cuka dan air juga bisa menjadi alternatif alami yang efektif untuk membersihkan sisa lem wallpaper. Cuka dikenal memiliki kandungan asam asetat yang mampu melarutkan residu perekat tanpa merusak permukaan cat. Campurkan setengah gelas cuka putih dengan setengah gelas air hangat, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan.
Semprotkan campuran tersebut ke area tembok yang masih ada sisa lem, lalu diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, gosok perlahan dengan kain lembut atau spons basah. Jika perlu, gunakan spatula plastik untuk membantu mengangkat bagian lem yang menebal. Pastikan spatula yang digunakan bukan logam agar tidak menggores dinding. Setelah semua lem terangkat, lap area tersebut dengan kain basah untuk menghilangkan sisa aroma cuka dan biarkan kering secara alami.
Menggunakan Sabun Cair dan Air Hangat untuk Lem Membandel
Jika cuka tidak cukup efektif, Anda bisa menambahkan sabun cair ke dalam air hangat. Sabun cuci piring yang lembut biasanya cukup aman digunakan untuk permukaan cat tembok. Campurkan beberapa tetes sabun ke dalam air hangat, aduk hingga berbusa, lalu celupkan spons lembut ke dalamnya. Peras sedikit airnya, kemudian usapkan secara perlahan ke area dinding yang masih memiliki sisa lem.
Sabun cair berfungsi melarutkan komponen minyak dalam lem sehingga lebih mudah terangkat. Ulangi langkah ini beberapa kali hingga lem benar-benar hilang. Setelah selesai, bilas tembok menggunakan kain basah untuk menghilangkan sisa sabun, lalu keringkan dengan kain lembut. Metode ini tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan dan aman untuk dinding yang dicat.
Menggunakan Cairan Pembersih Komersial
Jika sisa lem di tembok sangat tebal dan sulit dihilangkan dengan bahan alami, Anda bisa menggunakan cairan pembersih khusus perekat (adhesive remover). Produk seperti ini biasanya tersedia di toko bahan bangunan atau supermarket besar. Pilih cairan pembersih yang aman untuk permukaan tembok dan tidak mengandung bahan pelarut keras seperti aseton, karena bahan tersebut bisa mengangkat cat dan membuat permukaan tembok rusak.
Cara penggunaannya cukup mudah dengan menuangkan sedikit cairan pembersih pada kain lembut atau spons, lalu oleskan secara perlahan pada area yang terkena lem. Diamkan selama beberapa menit agar cairan bekerja melunakkan lem, kemudian gosok perlahan sampai lem terangkat. Setelah selesai, bersihkan kembali area tersebut dengan air bersih untuk menghapus sisa bahan kimia.
Menggunakan Spatula Plastik untuk Area Sulit
Kadang-kadang ada bagian tembok yang memiliki lem lebih tebal atau keras, terutama di bagian sambungan wallpaper. Untuk bagian seperti ini, Anda bisa menggunakan spatula plastik untuk mengangkat sisa lem. Pastikan spatula yang digunakan tumpul dan berbahan plastik, bukan logam, agar tidak meninggalkan goresan pada dinding.
Tekniknya adalah dengan menekan spatula secara lembut dan menggeser perlahan di bawah lapisan lem. Jangan mengerik terlalu keras, karena bisa merusak cat. Setelah lem terangkat, bersihkan sisa residu dengan spons basah atau kain lembut. Ulangi langkah ini sampai dinding benar-benar bersih dan halus.
Tips Tambahan agar Tembok Tetap Mulus dan Tidak Rusak
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar proses pembersihan lem tidak merusak dinding. Pertama, hindari penggunaan bahan kimia keras seperti thinner, bensin, atau alkohol murni karena bisa melunturkan cat dan membuat tembok tampak belang. Kedua, selalu uji coba bahan pembersih pada area kecil terlebih dahulu sebelum menggunakannya di seluruh permukaan. Dengan begitu, Anda bisa memastikan bahwa bahan tersebut aman.
Selain itu, pastikan Anda tidak menggunakan alat dengan permukaan kasar seperti sikat logam atau amplas. Walaupun terlihat efektif, alat-alat ini bisa mengikis lapisan cat dan merusak tekstur dinding. Setelah semua sisa lem dibersihkan, Anda juga bisa mengoleskan sedikit cairan pembersih serbaguna atau lap dengan air bersih agar tembok kembali terlihat segar dan bersih.
Perawatan Setelah Tembok Dibersihkan
Setelah semua lem berhasil dihilangkan, langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah merawat kembali tembok agar tetap terlihat mulus dan tahan lama. Jika permukaan tembok terasa sedikit kasar setelah dibersihkan, Anda bisa menghaluskannya dengan amplas halus secara lembut, lalu bersihkan debunya menggunakan kain lembab.
Apabila warna cat tampak pudar atau belang akibat proses pembersihan, pertimbangkan untuk mengecat ulang sebagian area tersebut. Gunakan cat yang sama dengan warna sebelumnya agar hasilnya terlihat merata. Anda juga bisa menambahkan lapisan primer atau pelapis khusus jika berencana memasang wallpaper baru, agar di masa mendatang proses pelepasan lebih mudah dan tidak merusak dinding lagi.
Menghilangkan sisa lem di tembok bekas wallpaper sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan sabar. Kunci utamanya adalah memilih metode yang sesuai dengan jenis lem dan kondisi dinding Anda. Mulailah dengan cara alami seperti air hangat, campuran cuka, atau sabun cair sebelum beralih ke cairan pembersih komersial jika diperlukan.
Hindari penggunaan bahan keras dan alat tajam yang bisa merusak cat. Dengan langkah yang hati-hati, Anda tidak hanya bisa menghilangkan sisa lem secara tuntas, tapi juga menjaga keindahan dan kehalusan permukaan tembok Anda. Setelah dinding bersih, ruangan pun akan tampak lebih segar, siap untuk dihiasi kembali dengan cat baru atau wallpaper yang lebih modern.
Jika Anda sedang mencari hunian yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa dapatkan di Ray White Senayan. Ray White (Indonesia) hadir untuk Anda dan siap memenuhi berbagai kebutuhan Anda terkait layanan jual/beli, sewa, pengelolaan properti, dan proyek pengembangan properti di kawasan sekitar Senayan. Silahkan kunjungi website Ray White Senayan dihttps://senayan.raywhite.co.id atau hubungi Ray White Senayan di (62-21) 270 90 888 atau senayan@raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!.
Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)
Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)