logo-raywhite-offcanvas

05 Jan 2026 NEWS 6 min read

Apakah Worth It Tinggal di Apartemen Tipe Studio untuk Pasangan yang Sudah Berumah Tangga

Ketika seseorang sudah menikah, kebutuhan akan tempat tinggal menjadi salah satu hal yang paling penting untuk dipikirkan. Banyak pasangan baru yang berada di kota besar ...

Ketika seseorang sudah menikah, kebutuhan akan tempat tinggal menjadi salah satu hal yang paling penting untuk dipikirkan. Banyak pasangan baru yang berada di kota besar harus menghadapi kenyataan bahwa harga rumah semakin tinggi dan ketersediaan lahan semakin terbatas. Salah satu solusi yang cukup populer adalah tinggal di apartemen tipe studio. Namun, muncul pertanyaan besar, apakah benar-benar worth it bagi pasangan suami istri untuk memilih hunian dengan tipe studio? 

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai kelebihan, kekurangan, serta pertimbangan penting sebelum Anda memutuskan untuk tinggal di apartemen tipe studio bersama pasangan.

Apa itu Apartemen Tipe Studio?

Apartemen tipe studio adalah hunian dengan konsep ruang terbuka tanpa sekat, kecuali pada bagian kamar mandi. Biasanya, satu unit studio memiliki luas sekitar 21 hingga 35 meter persegi. Di dalamnya terdapat area multifungsi yang digunakan sebagai ruang tidur, ruang tamu, sekaligus ruang makan. Tipe studio banyak diminati oleh pekerja muda, mahasiswa, maupun pasangan baru menikah karena harganya relatif lebih terjangkau dibanding unit apartemen dengan tipe satu kamar atau dua kamar.

Konsep ruang terbuka ini memang memberikan kesan praktis dan modern. Namun, bagi pasangan yang sudah menikah, terutama yang sedang merencanakan masa depan bersama, tentu ada banyak pertimbangan apakah hunian sekecil ini bisa benar-benar menunjang kehidupan sehari-hari mereka.

Keuntungan Tinggal di Apartemen Tipe Studio

1. Harga Lebih Terjangkau

Salah satu alasan terbesar mengapa pasangan memilih apartemen studio adalah faktor harga. Jika dibandingkan dengan apartemen satu kamar atau rumah tapak di kota besar, tipe studio jelas lebih ramah di kantong. Untuk pasangan yang baru saja menikah dan ingin menekan pengeluaran, tinggal di studio bisa menjadi solusi yang bijak.

2. Lokasi Strategis

Sebagian besar apartemen dibangun di pusat kota atau area dengan akses transportasi publik yang baik. Dengan memilih tipe studio, pasangan bisa menikmati lokasi strategis dengan harga lebih murah dibanding unit apartemen yang lebih luas. Hal ini sangat bermanfaat bagi pasangan yang bekerja di pusat kota dan ingin menghemat waktu perjalanan.

3. Praktis dan Mudah Dirawat

Dengan luas ruangan yang terbatas, apartemen tipe studio lebih mudah dibersihkan dan dirawat. Pasangan yang sibuk bekerja tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah. Segala aktivitas rumah tangga juga bisa dilakukan dengan lebih efisien karena semua ruang berada dalam satu area.

4. Gaya Hidup Minimalis

Studio apartment sangat cocok untuk pasangan yang ingin menerapkan gaya hidup minimalis. Dengan ruang terbatas, mereka akan belajar untuk memilah barang-barang yang benar-benar dibutuhkan dan menyingkirkan hal-hal yang tidak penting. Selain itu, konsep minimalis juga bisa membuat pasangan lebih fokus pada kualitas hubungan daripada sekadar urusan material.

Kekurangan Tinggal di Apartemen Tipe Studio

1. Ruang Terbatas untuk Aktivitas Rumah Tangga

Meski praktis, keterbatasan ruang bisa menjadi masalah bagi pasangan. Semua aktivitas seperti tidur, bekerja, memasak, hingga bersantai dilakukan di ruangan yang sama. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menimbulkan rasa jenuh dan kurangnya privasi.

2. Kurang Ideal untuk Menyimpan Barang

Jika pasangan memiliki banyak barang bawaan setelah menikah, apartemen tipe studio mungkin terasa sesak. Lemari, peralatan dapur, hingga barang-barang pribadi bisa membuat ruangan semakin sempit. Ini bisa menjadi tantangan besar bagi pasangan yang belum terbiasa dengan hidup minimalis.

3. Sulit untuk Menerima Tamu

Bagi pasangan yang sering kedatangan keluarga atau teman, tinggal di studio mungkin terasa kurang nyaman. Tidak ada ruang tamu khusus, sehingga tamu harus langsung duduk di area yang juga digunakan sebagai tempat tidur. Hal ini bisa menimbulkan rasa kurang privasi dan mengganggu kenyamanan.

4. Tidak Cocok untuk Jangka Panjang

Jika pasangan berencana memiliki anak dalam waktu dekat, tinggal di studio jelas tidak lagi memadai. Ruang yang terbatas akan membuat aktivitas keluarga menjadi sulit, apalagi jika harus menambahkan peralatan bayi atau ruang bermain. Dengan demikian, studio lebih cocok sebagai hunian sementara, bukan permanen.

Pertimbangan Sebelum Memilih Tinggal di Apartemen Studio

1. Rencana Jangka Panjang

Pasangan harus mempertimbangkan rencana hidup ke depan. Jika dalam waktu 2-3 tahun berencana memiliki anak, maka tinggal di studio hanya bisa menjadi solusi sementara. Sebaliknya, jika belum ada rencana menambah anggota keluarga dalam waktu dekat, studio bisa menjadi pilihan yang ekonomis.

2. Gaya Hidup dan Aktivitas Harian

Apakah pasangan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah karena bekerja atau beraktivitas di luar? Jika iya, studio bisa menjadi pilihan tepat karena fungsinya lebih sebagai tempat istirahat. Namun, jika pasangan lebih sering di rumah, ruang yang terbatas bisa menjadi tantangan.

3. Kemampuan Beradaptasi

Tidak semua orang bisa nyaman tinggal di ruang kecil. Pasangan perlu menilai apakah mereka siap beradaptasi dengan keterbatasan ruang dan bersedia mengurangi barang-barang yang tidak terlalu penting.

4. Budget dan Prioritas Keuangan

Apartemen studio memang lebih murah, tetapi pasangan juga harus mempertimbangkan biaya lainnya seperti service charge, listrik, air, hingga kebutuhan sehari-hari. Pastikan semua sesuai dengan kondisi finansial.

Tips Agar Tinggal di Apartemen Studio Lebih Nyaman

Jika akhirnya memilih tinggal di apartemen studio, ada beberapa cara agar hunian tetap terasa nyaman meskipun dengan ruang terbatas.

  1. Gunakan Furnitur Multifungsi
    Pilih furnitur yang bisa digunakan untuk beberapa fungsi sekaligus, misalnya sofa bed, meja lipat, atau tempat tidur dengan laci penyimpanan.

  2. Memaksimalkan Penyimpanan Vertikal
    Manfaatkan rak dinding atau lemari gantung untuk menyimpan barang sehingga lantai tetap lapang. Tujuannya agar ruangan terasa lebih luas sedikit dan ada space untuk bergerak.

  3. Penerangan yang Baik
    Gunakan pencahayaan alami sebanyak mungkin agar ruangan terasa lebih luas. Lampu dengan warna hangat juga bisa menciptakan suasana nyaman.

  4. Hindari Penumpukan Barang
    Pasangan harus komitmen untuk tidak menimbun barang yang tidak diperlukan. Terapkan prinsip decluttering secara rutin.

Tinggal di apartemen tipe studio untuk pasangan yang sudah berumah tangga bisa menjadi pilihan worth it dengan catatan tertentu. Hunian ini cocok untuk pasangan muda yang baru menikah, ingin hidup praktis, serta belum berencana memiliki anak dalam waktu dekat. Selain itu, tinggal di studio juga tepat bagi pasangan yang mengutamakan lokasi strategis dengan budget terbatas.

Namun, jika berbicara dalam jangka panjang, apartemen studio jelas memiliki keterbatasan. Ruang yang kecil, minimnya privasi, serta kurangnya fleksibilitas untuk menyambut anggota keluarga baru menjadi alasan mengapa studio lebih cocok dijadikan hunian sementara.

Dengan mempertimbangkan gaya hidup, rencana masa depan, dan kemampuan finansial, pasangan bisa menentukan apakah tinggal di apartemen tipe studio memang worth it untuk mereka. Pada akhirnya, kenyamanan bukan hanya soal luasnya ruangan, tetapi bagaimana pasangan mampu menciptakan rumah yang harmonis sesuai kebutuhan bersama.

Jika Anda sedang mencari hunian yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa dapatkan di Ray White Senayan. Ray White (Indonesia) hadir untuk Anda dan siap memenuhi berbagai kebutuhan Anda terkait layanan jual/beli, sewa, pengelolaan properti, dan proyek pengembangan properti di kawasan sekitar Senayan. Silahkan kunjungi website Ray White Senayan dihttps://senayan.raywhite.co.id atau hubungi Ray White Senayan di (62-21) 270 90 888 atau senayan@raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!.

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)