logo-raywhite-offcanvas

11 Aug 2026 NEWS 8 min read
Cara Atasi Keran Air yang Berkerak, Mudah Dibersihkan dengan Bahan di Rumah

Cara Atasi Keran Air yang Berkerak, Mudah Dibersihkan dengan Bahan di Rumah

Keran air yang awalnya terlihat bersih bisa berubah kusam setelah digunakan dalam waktu lama. Di sekitar ujung keran, biasanya mulai muncul bercak putih, kekuningan, atau lapisan keras yang sulit dibersihkan hanya dengan air dan sabun. Kondisi ini sering disebut sebagai kerak air.

Kerak pada keran sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada rumah yang menggunakan air dengan kandungan mineral cukup tinggi. Jika dibiarkan, kerak bukan hanya membuat tampilan keran menjadi kurang menarik, tetapi juga dapat mengganggu aliran air ketika menumpuk di bagian ujung keran.

Kabar baiknya, cara mengatasi keran air yang berkerak tidak selalu membutuhkan cairan pembersih khusus. Ada beberapa bahan sederhana yang bisa digunakan untuk membantu melunakkan dan mengangkat kerak, seperti cuka putih, baking soda, lemon, atau sabun pencuci piring.

Namun, sebelum mulai membersihkan, penting untuk mengetahui jenis material keran yang digunakan. Beberapa bahan pembersih yang bersifat asam atau abrasif dapat merusak lapisan tertentu jika digunakan terlalu sering atau dengan cara yang kurang tepat. Berikut beberapa cara mengatasi keran air yang berkerak yang bisa dilakukan di rumah.

Kenapa Keran Air Bisa Berkerak?

Kerak pada keran biasanya terbentuk dari mineral yang terdapat di dalam air. Ketika air mengalir dan kemudian mengering di permukaan keran, mineral yang terbawa air dapat tertinggal dan menumpuk sedikit demi sedikit.

Pada awalnya, kerak mungkin hanya terlihat seperti bercak putih tipis. Namun, jika tidak segera dibersihkan, lapisan tersebut bisa semakin tebal dan mengeras. Akibatnya, permukaan keran terlihat kusam dan sulit dibersihkan.

Kerak juga dapat muncul di bagian yang jarang terlihat, terutama pada ujung tempat air keluar. Jika penumpukannya cukup banyak, lubang aliran air dapat menjadi tersumbat sebagian sehingga air keluar tidak lagi lancar atau arah alirannya berubah.

Karena itu, membersihkan keran secara rutin menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kondisi perlengkapan dapur maupun kamar mandi tetap bersih.

1. Bersihkan dengan Cuka Putih

Cuka putih menjadi salah satu bahan rumahan yang cukup sering digunakan untuk membantu membersihkan kerak mineral. Kandungan asam asetat di dalamnya dapat membantu melonggarkan endapan mineral yang menempel pada permukaan keran. Cara menggunakannya cukup sederhana. Siapkan cuka putih dan kain bersih atau tisu yang cukup tebal. Basahi kain dengan cuka, kemudian tempelkan pada bagian keran yang memiliki kerak. 

Diamkan selama beberapa waktu agar cuka dapat bekerja melunakkan lapisan kerak. Setelah itu, lepaskan kain dan gosok permukaan keran secara perlahan menggunakan spons lembut atau kain. Jika kerak sudah cukup tebal, proses tersebut mungkin perlu diulang beberapa kali.

Setelah kerak terangkat, bilas keran menggunakan air bersih. Jangan lupa mengeringkan permukaannya menggunakan kain lembut agar tidak meninggalkan bercak air baru. Sebelum menggunakan cuka, pastikan material keran aman terhadap bahan tersebut. Untuk keran dengan lapisan atau material khusus, sebaiknya periksa petunjuk dari produsennya terlebih dahulu.

2. Gunakan Campuran Baking Soda

Selain cuka, baking soda juga dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan kerak yang menempel pada keran. Bahan ini bisa digunakan ketika kerak cukup membandel dan tidak mudah hilang hanya dengan kain basah.

Campurkan baking soda dengan sedikit air sampai membentuk pasta. Setelah itu, oleskan pasta tersebut pada bagian keran yang berkerak. Diamkan selama beberapa menit agar lapisan kerak menjadi lebih mudah dibersihkan. Berikutnya, gosok secara perlahan menggunakan spons lembut atau kain. Hindari menggosok terlalu keras karena permukaan keran tertentu bisa mengalami goresan.

Setelah selesai, bilas dengan air bersih sampai tidak ada sisa baking soda yang tertinggal. Keringkan menggunakan kain microfiber atau kain lembut. Baking soda sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada keran yang memiliki lapisan dekoratif atau finishing khusus. Jangan menganggap semua permukaan keran aman digosok menggunakan bahan abrasif.

3. Manfaatkan Air Lemon

Jika ingin menggunakan bahan yang lebih mudah ditemukan di dapur, lemon juga bisa menjadi pilihan. Kandungan asam sitrat pada lemon dapat membantu melonggarkan endapan mineral ringan.

Caranya, potong satu buah lemon menjadi dua bagian. Gosokkan bagian dalam lemon secara perlahan pada permukaan keran yang memiliki bercak atau kerak.Untuk kerak yang berada di bagian ujung keran, air perasan lemon bisa digunakan dengan bantuan kain. Tempelkan kain yang sudah dibasahi air lemon pada area tersebut dan diamkan beberapa saat.

Setelah itu, gosok dengan lembut dan bilas menggunakan air bersih. Keringkan permukaan keran agar tidak ada sisa air yang mengering dan meninggalkan noda baru. Cara ini lebih cocok untuk kerak ringan. Jika lapisan kerak sudah terlalu tebal, mungkin diperlukan metode pembersihan yang lebih efektif.

4. Gunakan Sabun Pencuci Piring untuk Kerak Ringan

Tidak semua kerak membutuhkan bahan khusus. Jika bercak pada keran masih tipis dan sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh sisa sabun atau kotoran, sabun pencuci piring bisa menjadi solusi sederhana. Tuangkan sedikit sabun pencuci piring pada spons lembut yang sudah dibasahi. Gosok permukaan keran secara perlahan, terutama di bagian yang sering terkena cipratan air.

Setelah itu, bilas hingga bersih dan lap menggunakan kain kering. Cara ini bisa dilakukan secara rutin agar kotoran tidak sempat menumpuk dan berubah menjadi kerak yang lebih sulit dibersihkan. Membersihkan keran secara rutin juga jauh lebih mudah dibandingkan menunggu sampai kerak menjadi tebal.

5. Bersihkan Bagian Ujung Keran

Salah satu bagian yang sering terlupakan saat membersihkan keran adalah ujung tempat air keluar. Padahal, area tersebut cukup mudah mengalami penumpukan mineral. Jika bagian ujung keran mulai dipenuhi kerak, aliran air bisa menjadi kurang lancar. Air mungkin keluar dalam jumlah lebih sedikit atau menyebar ke berbagai arah.

Untuk membersihkannya, bagian ujung keran dapat dibersihkan secara perlahan menggunakan kain atau sikat kecil berbulu lembut. Jika bagian tersebut bisa dilepas, periksa petunjuk produk sebelum membukanya agar tidak merusak komponen. Setelah dibersihkan, bilas bagian tersebut dan pasang kembali dengan benar. Pastikan tidak ada bagian yang longgar karena dapat menyebabkan kebocoran.

6. Jangan Menggosok Keran Terlalu Keras

Saat melihat kerak yang membandel, mungkin muncul keinginan untuk menggosoknya sekuat mungkin. Padahal, cara tersebut justru bisa membuat permukaan keran rusak.

Penggunaan sikat kawat, amplas, atau spons yang terlalu kasar dapat meninggalkan goresan. Pada keran dengan lapisan mengkilap, kerusakan tersebut akan terlihat cukup jelas dan membuat tampilannya menjadi kurang menarik.

Karena itu, lebih baik melunakkan kerak terlebih dahulu menggunakan bahan yang sesuai. Setelah kerak mulai terangkat, barulah permukaannya dibersihkan dengan kain atau spons lembut. Membersihkan secara perlahan mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi jauh lebih aman untuk menjaga kondisi keran.

7. Perhatikan Material Keran Sebelum Membersihkan

Setiap keran bisa memiliki material dan finishing yang berbeda. Ada keran berbahan stainless steel, krom, kuningan, hingga keran dengan lapisan dekoratif tertentu. Karena itu, jangan langsung menggunakan bahan pembersih tanpa mengetahui apakah bahan tersebut aman untuk permukaan keran.

Bahan yang bersifat asam memang dapat membantu mengatasi kerak mineral, tetapi penggunaannya pada material tertentu perlu diperhatikan. Jika tidak yakin, coba terlebih dahulu pada bagian kecil yang tidak terlalu terlihat.

Hindari mencampurkan berbagai bahan pembersih secara sembarangan. Selain tidak selalu membuat proses pembersihan menjadi lebih efektif, mencampurkan produk tertentu dapat menghasilkan reaksi kimia yang berbahaya.

8. Keringkan Keran Setelah Digunakan

Salah satu cara paling mudah untuk mencegah kerak kembali muncul adalah membiasakan diri mengeringkan keran setelah digunakan. Air yang dibiarkan mengering di permukaan akan meninggalkan mineral dan membentuk bercak. Jika kebiasaan ini terjadi setiap hari, noda tersebut lama-kelamaan bisa berubah menjadi kerak.

Tidak perlu melakukan pekerjaan yang rumit. Setelah menggunakan wastafel atau keran kamar mandi, cukup lap permukaannya menggunakan kain microfiber atau kain lembut. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga keran tetap terlihat bersih dan mengurangi pekerjaan saat melakukan pembersihan rutin.

9. Bersihkan Keran Secara Rutin

Membersihkan keran sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika kerak sudah terlihat tebal. Perawatan rutin justru membuat proses membersihkannya menjadi lebih mudah. Anda bisa melakukan pembersihan ringan beberapa kali dalam seminggu, terutama pada keran dapur yang lebih sering terkena air, minyak, sabun, dan sisa makanan.

Untuk pembersihan yang lebih menyeluruh, periksa juga bagian dasar keran dan area di sekitar sambungan. Bagian tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya kotoran karena jarang tersentuh saat membersihkan permukaan keran.

Dengan perawatan rutin, keran tidak hanya terlihat lebih bersih, tetapi juga dapat membantu menjaga perlengkapan tersebut tetap nyaman digunakan.

Keran air yang berkerak memang cukup mengganggu, terutama karena membuat area dapur atau kamar mandi terlihat kurang bersih. Namun, masalah ini sebenarnya dapat diatasi dengan cara yang cukup sederhana.

Cuka putih, baking soda, lemon, dan sabun pencuci piring dapat digunakan untuk membantu membersihkan kerak, terutama jika lapisannya masih ringan hingga sedang. Kuncinya adalah memberikan waktu agar kerak melunak dan tidak menggosok permukaan keran terlalu keras.

Selain membersihkan, pencegahan juga tidak kalah penting. Membiasakan diri mengeringkan keran setelah digunakan dan melakukan pembersihan secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan mineral. Dengan perawatan sederhana dan penggunaan bahan yang sesuai, keran di rumah bisa tetap bersih, mengkilap, dan nyaman digunakan tanpa harus selalu membeli produk pembersih khusus.

Jika Anda sedang mencari hunian yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa dapatkan di Ray White Senayan. Ray White (Indonesia) hadir untuk Anda dan siap memenuhi berbagai kebutuhan Anda terkait layanan jual/beli, sewa, pengelolaan properti, dan proyek pengembangan properti di kawasan sekitar Senayan. Silahkan kunjungi website Ray White Senayan dihttps://senayan.raywhite.co.id atau hubungi Ray White Senayan di (62-21) 270 90 888 atau senayan@raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Gisela Milenie Erjorena (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)