logo-raywhite-offcanvas

17 Oct 2026 NEWS 6 min read
Berapa Estimasi Biaya Bangun atau Renovasi Rumah Tipe 36 Menjadi 2 Lantai

Berapa Estimasi Biaya Bangun atau Renovasi Rumah Tipe 36 Menjadi 2 Lantai

Rumah tipe 36 menjadi salah satu pilihan hunian yang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama pasangan muda dan keluarga kecil. Dengan luas bangunan sekitar 36 meter persegi, rumah ini umumnya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, serta area dapur sederhana. Namun, seiring bertambahnya kebutuhan keluarga, luas bangunan tersebut terkadang terasa kurang memadai.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah membangun atau merenovasi rumah tipe 36 menjadi dua lantai. Dengan menambah lantai di bagian atas, pemilik rumah bisa memperoleh ruang tambahan tanpa harus membeli tanah baru atau memperluas bangunan ke samping.

Lantas, berapa estimasi biaya yang perlu disiapkan untuk mengubah rumah tipe 36 menjadi dua lantai? Besarnya biaya bergantung pada kondisi bangunan awal, kualitas material, desain yang dipilih, serta luas lantai tambahan yang ingin dibangun. Berikut perkiraan biaya dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai renovasi.

Estimasi Biaya Renovasi Rumah Tipe 36 Menjadi 2 Lantai

Secara umum, biaya renovasi rumah tipe 36 menjadi dua lantai dapat berkisar antara Rp150 juta hingga Rp300 juta atau lebih. Kisaran ini merupakan perkiraan awal untuk pekerjaan yang mencakup penyesuaian struktur, pembangunan lantai atas, pemasangan dinding, penyelesaian interior, serta instalasi pendukung. Angka sebenarnya bisa berbeda sesuai kondisi bangunan dan harga jasa konstruksi di masing-masing daerah.

Sebagai gambaran, apabila pemilik rumah ingin menambahkan lantai seluas 30–36 meter persegi, biaya pembangunan lantai atas dapat diperkirakan menggunakan harga per meter persegi. Untuk pekerjaan konstruksi dengan spesifikasi standar, kisaran anggaran awal sekitar Rp4 juta hingga Rp6 juta per meter persegi dapat digunakan sebagai acuan perencanaan.

Dengan asumsi tersebut, pembangunan lantai tambahan seluas 36 meter persegi membutuhkan anggaran sekitar Rp144 juta hingga Rp216 juta. Perhitungan ini belum tentu mencakup seluruh kebutuhan renovasi, terutama jika bangunan lama memerlukan penguatan fondasi, penggantian atap, atau perubahan instalasi listrik dan air.

Jika kondisi rumah masih baik dan struktur awal sudah dirancang untuk dua lantai, pekerjaan mungkin lebih sederhana. Sebaliknya, apabila rumah perlu diperkuat secara menyeluruh, biaya renovasi bisa meningkat cukup signifikan.

Rincian Komponen Biaya yang Perlu Disiapkan

Sebelum memulai renovasi, penting untuk memahami bahwa biaya membangun lantai kedua tidak hanya mencakup pembelian material dan pembayaran tenaga kerja. Ada beberapa komponen lain yang perlu masuk dalam perencanaan anggaran.

1. Pekerjaan struktur dan fondasi

Struktur merupakan bagian paling penting dalam pembangunan rumah dua lantai. Fondasi, kolom, balok, dan elemen pendukung lainnya harus mampu menahan tambahan beban dari lantai atas. Jika bangunan awal belum dirancang untuk dua lantai, pemilik rumah mungkin perlu melakukan penguatan struktur. Biayanya sangat bergantung pada hasil pemeriksaan teknis. Oleh karena itu, jangan langsung menentukan anggaran hanya berdasarkan luas bangunan tanpa mengetahui kondisi fondasi dan struktur yang sudah ada.

2. Pekerjaan lantai dan dinding

Pembangunan lantai atas memerlukan pelat lantai atau sistem lantai yang sesuai dengan rancangan struktur, dinding pembatas, serta pekerjaan plester dan acian. Jenis material yang dipilih akan memengaruhi biaya sekaligus berat bangunan.

3. Atap dan plafon

Apabila atap lama harus dibongkar untuk membuat lantai tambahan, pemilik rumah perlu menyiapkan anggaran untuk pemasangan atap baru. Desain atap dapat disesuaikan dengan bentuk bangunan, kebutuhan ventilasi, serta perlindungan terhadap panas dan hujan.

4. Tangga dan instalasi pendukung

Tangga menjadi kebutuhan utama untuk menghubungkan lantai pertama dan kedua. Selain itu, instalasi listrik, saluran air, kamar mandi tambahan, serta pencahayaan perlu diperhitungkan sejak awal agar tidak menimbulkan pekerjaan ulang.

5. Finishing dan interior

Tahap finishing meliputi pemasangan keramik, pengecatan, pintu, jendela, dan perlengkapan lainnya. Pemilihan material dengan harga terjangkau tetapi berkualitas dapat membantu menjaga anggaran tanpa mengabaikan kenyamanan rumah.

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Renovasi

Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya biaya renovasi rumah tipe 36 menjadi dua lantai. Pertama, kondisi bangunan awal. Rumah yang fondasinya sudah disiapkan untuk dua lantai biasanya memiliki kebutuhan penyesuaian yang berbeda dibandingkan rumah satu lantai dengan struktur standar. Pemeriksaan teknis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan bangunan. 

Kedua, luas lantai tambahan. Semakin luas area yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan material dan tenaga kerja. Pemilik rumah dapat mempertimbangkan pembangunan sebagian lantai atas apabila kebutuhan ruang belum terlalu banyak.

Ketiga, kualitas material. Material standar, menengah, dan premium memiliki perbedaan harga yang cukup besar. Keramik, kusen, cat, sanitasi, hingga jenis penutup atap dapat dipilih sesuai kemampuan finansial dan kebutuhan jangka panjang.

Keempat, lokasi pembangunan. Biaya tenaga kerja dan pengiriman material di Jakarta, kota-kota besar, serta daerah lainnya dapat berbeda. Akses menuju lokasi proyek juga dapat mempengaruhi biaya pengangkutan material. 

Terakhir, desain dan tingkat kesulitan pekerjaan. Renovasi pada rumah yang sudah dihuni dapat membutuhkan pekerjaan tambahan, seperti perlindungan furniture, pembongkaran bertahap, dan penyesuaian jalur instalasi. Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan sebelum menentukan anggaran akhir.

Perhatikan Perizinan Sebelum Memulai Renovasi 

Selain anggaran dan desain, pemilik rumah juga perlu memperhatikan ketentuan teknis serta perizinan bangunan. Pembangunan lantai tambahan dapat memengaruhi struktur, luas bangunan, dan kesesuaian bangunan terhadap ketentuan tata ruang setempat.  

Sebelum memulai pekerjaan, konsultasikan rencana renovasi dengan tenaga ahli dan periksa persyaratan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang berlaku di wilayah tempat tinggal. Persyaratan administrasi dapat berbeda tergantung pada jenis pekerjaan dan ketentuan pemerintah daerah. 

Pastikan pula kontraktor memahami prosedur keselamatan kerja, terutama jika renovasi dilakukan pada rumah yang masih ditempati. Pengaturan area kerja dan perlindungan terhadap penghuni perlu menjadi bagian dari rencana pembangunan. 

Biaya membangun atau merenovasi rumah tipe 36 menjadi dua lantai dapat diperkirakan mulai dari Rp150 juta hingga Rp300 juta atau lebih, bergantung pada luas lantai tambahan, kondisi struktur awal, kualitas material, desain, dan lokasi pembangunan. Untuk penambahan lantai seluas 36 meter persegi dengan spesifikasi standar, simulasi anggaran sekitar Rp160 juta sebelum dana cadangan dapat menjadi titik awal perencanaan.

Namun, angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk setiap rumah. Pemeriksaan struktur, penyusunan desain, dan survey harga material serta tenaga kerja tetap diperlukan agar anggaran lebih akurat. 

Dengan perencanaan yang matang, rumah tipe 36 dapat dikembangkan menjadi hunian dua lantai yang lebih luas dan nyaman tanpa harus membeli lahan baru. Hal terpenting adalah menyeimbangkan kebutuhan ruang, kemampuan finansial, dan keamanan bangunan agar hasil renovasi dapat digunakan dalam jangka panjang.

Jika Anda sedang mencari hunian yang nyaman, aman dan dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa dapatkan di Ray White Senayan. Ray White (Indonesia) hadir untuk Anda dan siap memenuhi berbagai kebutuhan Anda terkait layanan jual/beli, sewa, pengelolaan properti, dan proyek pengembangan properti di kawasan sekitar Senayan. Silahkan kunjungi website Ray White Senayan dihttps://senayan.raywhite.co.id atau hubungi Ray White Senayan di (62-21) 270 90 888 atau senayan@raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!. 

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Gisela Milenie Erjorena (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)